Menteri Keuangan, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung pembiayaan rumah, terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah. (MediaIndonesia.com)

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengemukakan pentingnya perbankan dalam mempromosikan serta menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Hijau sebagai langkah strategis untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menjaga lingkungan.

Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa dengan pertumbuhan jumlah rumah di Indonesia, dampak terhadap lingkungan menjadi semakin signifikan, termasuk sebagai penyumbang emisi GRK. Oleh karena itu, diperlukan upaya dalam bentuk pembangunan dan pembiayaan yang berkelanjutan. Fokus pada KPR Hijau menjadi salah satu solusi untuk menekan emisi GRK.

Mulyani mengungkapkan bahwa meskipun konsep KPR Hijau memiliki potensi besar, masih banyak masyarakat yang belum familiar dengan konsep ini. Oleh karena itu, promosi dan edukasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan agar konsep KPR Hijau dapat lebih dikenal dan diadopsi secara luas.

Sri Mulyani Jelaskan soal Dukungan Pemerintah terhadap Pembiayaan Rumah

Di sisi lain, Sri Mulyani juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung pembiayaan rumah, terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah. Mengingat masih terdapat backlog atau kekurangan antara kebutuhan dan ketersediaan rumah di Indonesia, langkah ini penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan akses terhadap perumahan yang layak.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menetapkan target ambisius dalam pembangunan rumah berkelanjutan atau green housing. Pemerintah bertujuan untuk membangun 100 ribu unit green housing pada tahun 2024. Target ini akan meningkat menjadi 1 juta unit pada tahun 2030 dan pada tahun 2050, 100% rumah subsidi diharapkan telah dibangun dengan konsep green housing.

Menurut materi dari Kementerian PUPR, proyek green housing memiliki banyak keuntungan lingkungan. Penggunaan alat-alat yang efisien seperti low flow faucet untuk kamar mandi dan toilet jongkok dapat menghemat air hingga 21%. Penggunaan panel surya untuk listrik juga memiliki dampak positif dalam mengurangi emisi CO2. Selain itu, penggunaan lampu LED dan panel surya juga dapat menghemat energi hingga 72% melalui pencahayaan dan ventilasi yang efisien.

Dorongan Sri Mulyani terhadap KPR Hijau sebagai solusi untuk mengurangi emisi GRK dan pembiayaan rumah berkelanjutan merupakan langkah penting dalam mendukung lingkungan dan masyarakat. Upaya pemerintah dalam membangun green housing menjadi tanda komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan, dengan konsep yang efisien dan ramah lingkungan.