Para peternak ayam melakukan aksi persis di depan gerbang Kemendag dengan membawa spanduk berisikan tuntutan-tuntutan mereka. (Medkom.com)

Harga ayam hidup tengah ramai menjadi sorotan dan dikeluhkan oleh para peternak. Komunitas Peternak Nasional (KPUN) melakukan demonstrasi di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag). Para Unggas peternak mengeluhkan harga ayam kondisi hidup di kelas kandang anjlok sejak liburan Natal 2022 sekitar Rp15.000 per kilogram (kg).

Dikabarkan bahwa para peternak berbondong-bondong datang menggunakan sejumlah mobil pribadi dan satu bus. Mereka datang sekitar pukul 10.00 WIB. Jumlah dari peternak yang melakukan aksi ini kurang lebih 30 orang.

Para peternak ayam melakukan aksi persis di depan gerbang Kemendag dengan membawa spanduk berisikan tuntutan-tuntutan mereka. Sejumlah polisi juga berjaga di sisi jalan sembari mengatur pengguna jalan.

Dalam kesempatan itu Ketua Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN), Alvino Antonio mengatakan peternak mandiri se-nasional telah mengalami kerugian selama 2022 mencapai Rp3,2 triliun. Nilai itu merupakan akumulasi dari kerugian peternak mandiri nasional.

Kerugian itu diakibatkan karena harga pakan peternak yang naik tetapi harga jual ayam hidup di pedagang anjlok. Alvino menyebut harga ayam hidup di kandang Rp15.000/kg terutama di wilayah Jawa Tengah, yang merupakan pusat populasi ayam ras pedaging. Sedangkan biaya produksi peternak mencapai Rp20.500/kg.

“Harga itu di bawah HPP Rp19.500 – 20.500/kg yang, kerugian kami selama 2022 karena harga ayam di kandang turun mencapai Rp3,2 triliun. Itu akumulasi peternak mandiri se nasional ya,” jelasnya kepada awak media di Kantor Kemendag pada Selasa, 10 Januari.

Sedangkan harga ayam karkas di level konsumen cenderung stabil yakni Rp33.000-35.000 per kg. Harga pakan cenderung naik dengan alasan harga jagung naik. Tetapi menurutnya hari ini harga jagung turun di bawah Rp5.000/kg. Hal tersebut seharusnya membuat harga ayam hidup

“Sejak awal tahun ini di minggu pertama harga DOC mengalami penurunan yakni Rp2.000 -3.000 per ekor. Namun harga pakan masih tinggi yakni Rp8.300-8.800 per kg. Padahal tahun lalu harga pakan Rp7.500,” jelasnya.

Peternak juga mengeluhkan perusahaan-perusahaan besar jangan menjual ayam ke pasar tradisional. Perusahaan besar itu di antaranya PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Japfa Comfeed Indonesia, PT Malindo Feedmill Tbk, PT Cheil Jedang Indonesia, PT New Hope Indonesia, PT Farmsco Feed, dan PT Gold Coin Indonesia. Bagaimana kondisi harga ayam hidup di sekitar Anda?