Tjandra Limanjaya dan Hashim Djojohadikusumo saat meninjau proyek PLTA Kayan

Pengusaha kawakan Hashim Djojohadikusumo berminat dengan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade. Hashim mengungkapkan secara langsung kalau dirinya akan ambil bagian dalam pembangunan PLTA yang berlokasi di Kalimantan Utara tersebut.

“Jadi dari dulu saya selalu mendukung proyek-proyek yang dirasa sangat bermanfaat bagi pembangunan nasional. Sehingga semua proyek yang dirasa bakal memberikan manfaat besar itu harus didukung. Dan saya selalu mendukung. Dari dulu saya selalu mendukung. Jadi proyek-proyek yang besar manfaatnya seperti PLTA Kayan Cascade ini jangan sampai ada halangan atau rintangan,” ucap Hashim ketika menghadiri acara syukuran PLTA Kayan pada akhir Mei lalu.

PLTA Kayan direncanakan menghasilkan kapasitas listrik sebesar 9.000 MW untuk tahap 1 dengan target selesai pada 2029. PLTA yang berlokasi di Kecamatan Peson, Bulungan, Kaltara ini juga digadang-gadang bakal menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Hasyim Berminat Investasi dalam Proyek PLTA Kayan Cascade

Hashim Djojohadikusumo, pemilik grup Arsari, juga mengungkapkan bahwa dirinya telah  menyampaikan ke Prabowo Subianto mengenai minatnya terlibat dalam proyek PLTA Kayan Cascade. Hashim mengatakan bahwa Prabowo memberik support rencananya ikut andil dalam proyek yang membutuhkan investasi sebesar US$17,8 miliar (Rp 284,7 triliun) ini.

“Di Kalimantan Timur itu kami membuat biofuel (biomassa) dari kayu sisa,” tutur Hashim dilansir dari Antara, Kamis (30/5).

Dukungan terhadap rencana Hashim, adik Prabowo Subianto, untuk terlibat dalam proyek PLTA Kayan Cascade juga datang dari Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang. Menurut Gubernur Kaltara, investasi ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

Hasim Sudah Berpelangaman Mengerjakan Proyek EBT

Hashim Djojohadikusumo selama ini memang dikenal sebagai seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Namun ia juga dikenal karena keterlibatannya dalam berbagai proyek energi baru dan terbarukan (EBT). Salah satu yang cukup signifikan adalah dalam bidang energi surya.

Berikut ini beberapa perusahaan yang saham utamanya dimiliki oleh Hashim Djojohadikusumo dan memiliki pengembangan ke arah EBT.

  1. PT. Toba Bara Sejahtra

PT. Toba Bara Sejahtra adalah perusahaan yang awalnya fokus pada sektor tambang batubara. Hashim sendiri memiliki saham inti di perusahaan ini. Meskipun dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang batu bara, perusahaan ini menunjukkan minat dalam diversifikasi ke sektor energi baru terbarukan.

PT TBS bahkan terbukti memiliki beberapa inisiatif dan rencana untuk mengembangkan proyek-proyek energi terbarukan, sejalan dengan tren global menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret yang diambil oleh Toba Bara adalah investasi dalam proyek-proyek energi surya. Perusahaan ini mulai menjajaki peluang untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya di beberapa lokasi di Indonesia sejak tahun 2017 silam.

Selain itu, Toba Bara juga menunjukkan minat dalam proyek-proyek energi terbarukan lainnya, seperti pembangkit listrik tenaga angin dan biomassa.

2. PT. Recapital Advisors

PT. Recapital Advisors adalah perusahaan investasi yang berbasis di Indonesia, dan mereka memiliki portofolio yang mencakup berbagai sektor industri, termasuk energi. Hashim Djojohadikusumo sendiri merupakan salah satu pemegang saham utama di perusahaan ini.

Meski menjadi perusahaan investasi, PT. Recapital Advisors terlibat dalam berbagai sektor termasuk energi, keuangan, dan infrastruktur. Di bidang energi, perusahaan ini menaruh ketertarikan pada energi terbarukan.

Sejalan dengan tren global menuju keberlanjutan, Recapital Advisors berusaha untuk memasukkan pertimbangan lingkungan dan sosial dalam keputusan investasi mereka. Ini termasuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Selain itu, Hashim juga diketahui mendukung berbagai inisiatif yang berkaitan dengan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Ini termasuk investasi dalam teknologi dan infrastruktur yang mendukung penggunaan energi bersih dan berkelanjutan. Proyek-proyek ini sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan mencapai target bauran energi nasional yang lebih hijau.

Sejalan dengan keinginan dan pengalaman yang dimiliki Hashim di bidang energi baru, ia sudah berpengalaman dalam berkecimpung di industri Energi Baru Terbarukan (EBT). Bahkan Hashim memiliki  proyek EBT di Kalimantan Timur. Artinya bukan hal baru bagi pria berusia 69 tahun tersebut mengurusi proyek sektor energi.

“Proyeknya sama. Energi terbarukan. Intinya kalau menyangkut EBT (Energi Baru Terbarukan) saya selalu tertarik,” ucap Hashim Djojohadikusumo.

Hashim Kenal Dekat dengan Tjandra Limanjaya

Salah satu informasi yang belum banyak dikenal terkait Hashim adalah hubungan pertemanan yang terjalin antara ia dan Tjandra Limanjaya yang merupakan bos dari PT Kayan Hydro Energy dengan Hasjim.

Keduanya memang lahir dari rahim kota Jakarta. Hashim Djojohadikusumo adalah pengusaha yang lahir pada 5 Juni 1954. Sedangkan Tjandra Limanjaya adalah pebisnis yang lahir pada 17 Juli 1958.

Berdasarkan pengakuanya, Hashim mengatakan bahwa ia telah mengenal owner PT KHE tersebut sejak sepuluh tahun lalu. Tak sampai situ saja, kedekatan Tjandra juga terjalin dengan kakak Hashim yakni Prabowo Subianto yang merupakan presiden terpilih periode 2024-2029.

“Pak Tjandra sudah berteman dengan kakak saya sejak 30 tahun lalu,” kata adik Prabowo Subianto itu.

Pembangunan PLTA Kayan Cascade

Hashim mengatakan tahu dengan perizinan proyek tersebut yang sudah lengkap sehingga pembangunan bisa dikerjakan dan berjalan sesuai dengan targetnya. Nantinya suplai listrik dari PLTA direncakan bakal dialirkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), serta masyarakat Kalimantan dan wilayah industri.

PLTA ini terdiri dari lima cascade yang tahap 1 pengerjaannya dibidik selesai pada 2029. Selain menghasilkan listrik, PLTA ini juga akan menghadirkan beragam benefit bagi lingkungan dan sekitarnya, seperti pertanian, kehutanan, perkebunan, pariwisata, dan irigasi.

Andrew Sebastian Suryali, Direktur Utama PT Kayan Hydro Energi (KHE), menyampaikan bahwa pihaknya telah aktif mengembangkan energi hijau sejak tahun 2011 sebagai inisiator.

Pihaknya bahkan muncul sebagai  pemrakarsa proyek PLTA Kayan Cascade yang terdiri dari lima bendungan di Sungai Kayan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Andrew menegaskan bahwa PLTA Kayan Cascade merupakan proyek yang sangat penting untuk kemajuan bangsa, terutama di sektor energi terbarukan.

“Dengan kapasitas yang luar biasa, PLTA ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ucap Andrew.

PROGRES PEMBANGUNAN PLTA KAYAN TERBARU

Progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Kalimantan Utara mengalami beberapa perkembangan penting. Hingga saat ini, konstruksi PLTA Kayan sudah mencapai 37% dan ditargetkan rampung pada tahun 2027. Pembangunan ini melibatkan konsorsium perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT PLN (Persero)​.

Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada infrastruktur pendukung seperti jalan akses dan saluran pengelak untuk mengalihkan air sungai. Proyek ini bertujuan untuk mengalirkan sungai sehingga area konstruksi bisa kering dan memungkinkan pembangunan bendungan​.

Meskipun ada target awal untuk menyelesaikan konstruksi pada tahun 2024, target penyelesaian proyek ini telah diperpanjang hingga 2027 karena kompleksitas dan skala proyek yang besar. Bendungan pertama dari proyek ini sudah mencapai 45% kemajuan, sementara jalan akses mencapai 35%​.

Proyek PLTA Kayan diharapkan dapat memberikan dampak besar pada ekonomi lokal dan mendukung pengembangan energi hijau di Indonesia, terutama untuk memenuhi kebutuhan energi di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

PROFIL PLTA KAYAN

PLTA Kayan adalah proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) skala besar yang tengah digarap di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Proyek ini dikenal sebagai salah satu infrastruktur strategis nasional. Pembangkit listrik tersebut  diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan energi listrik bersih dan berkelanjutan di wilayah tersebut, khususnya untuk mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

PLTA yang dibangun di aliran Sungai Kayan ini diproyeksikan berkapasitas energi sebesar 9.000 Megawatt. Angka tersebut dapat dicapai dengan dukungan lima bendungan yang tiap bendungannya punya kapasitas yang berbeda-beda. Dengan kondisi tersebut, adanya fasilitas energi ini jadi salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar se-Asia Tenggara.

Tidak hanya mampu menghasilkan energi listrik bersih, PLTA yang dibangun di Bulungan Kaltara ini akan jadi katalisator pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut. Pembangunan proyek diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tidak hanya di tahap konstruksi namun juga saat beroperasi.

Selain berdampak baik pada penyerapan tenaga kerja, proyek yang dikembangkan oleh PT KHE ini secara langsung mendorong pembangunan infrastruktur pendukung lain seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum. Hal ini akan meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat setempat.

Dari rangkaian dampak positif tersebut, kesejahteraan masyarakat yang tinggal di lokasi dibangunnya PLTA Kayan dipastikan mengalami peningkatan kesejahteraan. Diharapkan terjadi peningkatan SDM masyarakat baik di bidang pendidikan dan keterampilan.

Demikianlah informasi mengenai pengusaha ternama Hashim Djojohadikusumo yang akan ambil bagian dalam proyek PLTA Kayan Cascade. Hashim sebagai pengusaha kondang Indonesia juga sudah kenal dekat dengan Tjandra Limanjaya pemilik PT KHE.