Teknologi CEOR diterapkan di Blok Walio Papua untuk meningkatkan produksi migas dan memperpanjang umur lapangan migas utama Indonesia. (Republika.com)

Blok Walio di Papua Barat Daya menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) Indonesia. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Petrogas (Basin) Ltd. mulai menerapkan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Walio, Wilayah Kerja Kepala Burung, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan perolehan minyak dengan cara menyuntikkan bahan kimia ke dalam reservoir guna mendorong sisa minyak agar dapat diproduksikan.

Injeksi perdana CEOR ini dilaksanakan oleh Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, dan menjadi tonggak penting dalam rencana pengembangan CEOR di Lapangan Walio.

Proyek percontohan ini tidak hanya untuk memenuhi kewajiban kerja, tetapi juga diharapkan menghasilkan data positif yang memenuhi kriteria keberhasilan teknologi CEOR. Jika hasil proyek ini memuaskan, pengembangan skala komersial dapat segera dilanjutkan.

Blok Walio Papua Terapkan Teknologi CEOR untuk Tingkatkan Produksi Migas

Teknologi CEOR yang diterapkan di Blok Walio diharapkan dapat menambah cadangan migas, meningkatkan produksi, serta memperpanjang umur lapangan migas di Wilayah Kerja Kepala Burung. Proyek ini tidak hanya diharapkan memberikan keuntungan bagi operator, tetapi juga akan menambah penerimaan negara dan menggerakkan industri penunjang hulu migas.

Proyek ini menggunakan pola injeksi lima titik, terdiri dari satu sumur injeksi dan empat sumur produksi. Injeksi diarahkan ke Reservoir Kais, formasi karbonat yang telah berproduksi selama lebih dari 40 tahun dan menjadi sumber utama minyak di wilayah tersebut.

Teknologi itu diharapkan dapat membuka peluang pengembangan lebih lanjut di area yang lebih luas serta memperkuat strategi jangka panjang peningkatan produksi migas nasional.

Teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) yang diterapkan di Blok Walio Papua memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi migas Indonesia. Dengan dukungan fasilitas dan teknologi canggih, proyek ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi sektor migas nasional dan perekonomian Indonesia.

Keberhasilan proyek itu akan menjadi contoh penting untuk proyek migas lainnya di Indonesia, termasuk di wilayah yang lebih maju infrastrukturnya seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Demikian informasi seputar Blok Walio Papua. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Futurebali.Com.